Otoritas rabbi arus utama di Israel menentang umat Yahudi berdoa di Temple Mount, dengan ibadah umat Yahudi dipusatkan di Tembok Ratapan yang ada di bawah kompleks suci itu.

Putusan itu juga disebut oleh Dewan Wakaf Islam sebagai 'provokasi'. Perdana Menteri (PM) Palestina, Mohammed Shtayyeh, memperingatkan Israel agar tidak melakukan langkah apapun untuk menegakkan putusan itu.

Dewan Wakaf Israel enggan mengabulkan akses terbatas bagi umat Yahudi ke kompleks suci itu pada jam-jam tertentu.

Namun kehadiran umat Yahudi di kompleks Al-Aqsa telah sejak lama menuai kecaman dunia Islam.

Pada Mei lalu, potensi penggusuran warga Palestina memicu bentrokan sengit di kompleks Al-Aqsa, yang kemudian berujung gempuran udara Israel selama 11 hari ke wilayah Gaza yang dikuasai Hamas.