ASSAM, TELISIK.ID - Sejak empat puluh tahun lalu, lelaki berusia 57 tahun ini menanam pohon hingga menjadi cagar hutan yang lebih luas dari Central Park di New York, Amerika Serikat.
Jadav Molai Payeng, namanya, lelaki tua yang tak kenal lelah dan kata menyerah itu, dilahirkan di Jorhat, Assam, India pada tahun 1963. Masyarakat sekitar mengenalnya dengan sebutan Molai.
Pria bergaris wajah teguh itu menanam pohon di gundukan pasir sungai Brahmaputra, dekat Kokilamukh, Jorhat. Kiprah nyata itu ia lakoni sejak usianya 16 tahun, tanpa henti, dan tanpa mengharap imbalan dari manapun.
Tak hanya menanamnya, Molai juga merawat pohon-pohon yang ditanamnya itu. Setiap pagi dan sore hari, ia menyirami pohon-pohon itu, bahkan sejak ia usia remaja, dari sendiri hingga beristri dan kini dikaruniai tiga orang anak.
Pria bergaris wajah tegas itu, acuh terhadap lingkungan bermula dari menemukan sejumlah besar ular mati di atas gundukan pasir tandus. Dari orang tuanya Jadav tahu penyebab kematian ular-ular itu adalah panas yang berlebih. Ia lalu berinisiatif menanam pohon untuk melindungi ular-ular itu.
