Dilansir dari Travel.detik.com, menurunnya angka kelahiran itu dipengaruhi tingginya biaya hidup di Jepang bagi pasangan yang sudah berkeluarga. Selain itu, biaya perawatan kesuburan tergolong mahal.
Baca Juga: Pemerintah Cina Beri Cuti 30 Hari bagi Pasangan Baru Menikah Demi Atasi Resesi Seks
Faktor lain penyebab Jepang sampai mengalami resesi seks, merujuk dari hasil survei Asosiasi Keluarga Berencana Jepang, adalah warga Jepang kurang memiliki minat untuk berhubungan seks.
Dari 1.134 orang yang berpartisipasi dalam survei itu, sebanyak 49 persen peserta berusia antara 16 hingga 49 tahun mengaku tidak pernah berhubungan seks dalam tempo sebulan.
Dalam survei itu, mereka menyebutkan alasan tidak melakukan hubungan seks karena kelelahan bekerja, sedikit minat pada seks, atau tidak mau menghadapi risiko tindakan yang mengganggu. (C)
