Wati sering sekali menghadapi masalah dalam berjualan, mulai dari gerobak jualannya ditertibkan Satpol PP sampai harus pindah tempat berkali-kali.
Masalah tersebut berdampak pada para pelanggannya yang sudah mulai sepi, hingga ia harus terus mencari tempat yang diharapkan banyak pelanggan membeli jualannya.
Dalam berjualan, Wati sering dibantu oleh anak sulungnya untuk membawakan nasi dan lauk-lauk yang dijualnya saat habis. Selain itu terkadamg anak perempuannya itu ikut membantu dan mengganati Wati untuk istrahat.
"Biasanya pagi itu hanya 2 termos bawa nasi dan lauk secukupnya, kalau habis saya telpon anak saya untuk menyiapkan lauk tambahan," pungkasnya.
Saat telisik.id sedang bercerita dengan Wati, anaknya yang sering dipanggil Mpok sedang membawa es kristal untuk dibuatnya es teh dan nasi yang sedikit lagi akan habis.
