"Ini mak nasi dan esnya saya simpan dalam termos, nanti habis telpon aja mak," ucap Mpok saat menaruh nasi yang dibawanya lalu menata lauk-lauk tersebut.
Baca Juga: Perjuangan Seorang Pria Merantau di Kendari Jualan Es Dawet Demi Hidupi Keluarga
Meski kata Wati, anaknya merupakan lulusan S2, namun tidak gengsi untuk membantu orang tuanya. pemikiran anaknya itu berubah setelah menjalani studi S2-nya. Sebelumnya saat masih sekolah begitu gengsi untuk berjualan.
Terlihat banyak pelanggan yang dilayani Wati di sela-sela tim Telisik.id bercerita. Beragam model lauk yang dipilih pelanggan hingga Wati begitu sibuk melayani sembari memberikan senyuman hangatnya.
Salah seorang pembeli, Yeni memesan nasi telur beberapa porsi, menurutnya nasi yang dijual Wati sangat enak dan ciri khas.
