KENDARI, TELISIK.ID - Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sultra mendorong untuk segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan penyelenggaraan Pilkada serentak 2020.
Hal tersebut harus dilakukan jika pelaksanaan protokol kesehatan sulit diterapkan, tahapan Pilkada harus ditunda, kata Presidium JaDI Sultra, Hidayatullah.
Hidayatullah mengatakan, dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam proses pendaftaran bakal pasangan calon (Bapaslon) kepala daerah yang berlangsung selama tiga hari lalu.
"Saat proses pendaftaran, Bapaslon diiringi oleh massa pendukung yang menyebabkan terjadinya kerumunan orang dan berpotensi menyebarkan COVID-19," kata Hidayatullah.
Hidayatullah meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terkait kejadian tersebut agar pelaksanaan protokol kesehatan lebih diperketat dalam pelaksanaan tahapan Pilkada selanjutnya.
