Dikutip dari artikel berjudul "Ini Asal-usul Puasa Hari-hari Putih (Ayyamul Bidh)?" yang dilansir di laman NU Online, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa, "Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima 10 kali lipat pada setiap kebaikan yang kau lakukan. Karena itu, puasa Ayyamul Bidh sama dengan berpuasa setahun penuh," [HR Bukhari-Muslim].

Dari keterangan hadis di atas, sangat jelas sekali jika Puasa Ayyamul Bidh ini disebutkan sebagai puasa sunah yang berpahala sama dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Baca juga: Tuntunan Islam dalam Menyikapi Musibah

Asal Usul Istilah Ayyamul Bidh 

Terkait nama puasa ini, ada dua versi yang menyebutkan tentang asal usul Ayyamul Bidh. Dalam versi pertama, hal ini dikaitkan dengan kisah Nabi Adam AS pada saat diturunkan ke bumi untuk pertama kalinya.