Lafal Latin: Nawaitu shauma yaumi ‘?syur?’a sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah Asyura pada hari ini karena Allah Ta’ala.

Selain tanggal-tanggal di atas, umat Islam juga sangat dianjurkan untuk melakukan puasa pada hari-hari seperti Senin dan Kamis selama bulan Muharram. Hal ini sejalan dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang rutin berpuasa pada kedua hari tersebut.

Ustaz Muhammad Ajib juga menambahkan bahwa puasa Tasu’a dan Asyura memiliki dimensi sejarah dan spiritual. Tasu’a dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar mengikuti petunjuk Nabi agar berbeda dari kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura. Sedangkan Asyura sendiri menjadi hari bersejarah karena diyakini sebagai hari Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israil dari kejaran Firaun.

Dari sisi waktu, puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Puasa Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya.” (HR. Muslim). (C)