KENDARI, TELISIK.ID – Tekanan ekonomi yang makin berat, para pengemudi ojek online di Kota Kendari memilih bertahan dan terus bekerja demi menghidupi keluarga, meski tarif jasa yang mereka terima terus menurun.
Berbeda dengan di kota-kota besar yang mulai ramai dengan aksi protes, para driver di Kendari belum mengambil langkah serupa.
Pengemudi ojol dari aplikasi Maxim, Wawan (32) menyampaikan bahwa pendapatan hariannya kini semakin menipis. Ia menyoroti rendahnya tarif pengantaran barang yang kian tidak sebanding dengan biaya operasional.
“Bawa delivery barang dengan jarak jauh cuma dihargai Rp 5.000 sampai Rp 7.000. Padahal bensin naik, servis motor juga mahal,” ungkap Wawan, kepada telisik.id Rabu (21/5/2025).
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada inisiatif dari rekan-rekannya untuk melakukan aksi demo. Wawan menilai bahwa protes di jalan bukan solusi utama yang ingin diambil oleh para pengemudi di Kendari.
