Baca Juga: Pegang Tongkat Komando Kapolda Sultra, Segini Harta Kekayaan Didik Agung Widjanarko dan Isi Garasinya

“Belum saatnya demo. Kami lebih memilih bertahan dan berharap ada perubahan. Demo itu jalan terakhir kalau suara kami tak didengar,” tegasnya.

Senada dengan Wawan, Ferdi (27), pengemudi dari salah satu aplikasi ojek online dengan ciri khas warna hijau, juga mengeluhkan penghasilan hariannya yang tak mencukupi kebutuhan hidup. Ia menyebut kadang seharian bekerja hanya mendapatkan uang sebesar Rp 40.000.

“Kadang cuma dapat Rp 40.000 seharian. Kalau pas hujan, bisa-bisa zonk. Tapi mau bagaimana lagi, ini satu-satunya sumber nafkah saya,” katanya.

Ferdi berharap ada perhatian dari pihak pemerintah terhadap kondisi mereka. Ia menginginkan adanya keterlibatan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada aplikator agar sistem tarif bisa diperbaiki.