“Kami cuma mau tarif yang adil. Jangan kami kerja keras, aplikator yang panen untung,” ujar Ferdi.
Baca Juga: Anak Muda Kendari Pilih Jalan Pintas Raup Cuan dengan Open BO, Dispora Siapkan Beberapa Alternatif
Sementara itu, Pemerintah Kota Kendari menyatakan tetap membuka ruang komunikasi dengan para pengemudi ojek online.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Kendari, Paminuddin, mengatakan bahwa kewenangan terkait tarif dan sistem kerja ojol berada di tangan pemerintah provinsi maupun kementerian.
“Tapi kami tetap buka telinga. Aspirasi dari pengemudi tetap kami tampung dan akan kami sampaikan lewat koordinasi ke pihak yang berwenang,” jelas Paminuddin.
