Jalan Mangga Besar yang sering disebut dengan istilah “Mabes” merupakan kawasan yang selalu ramai oleh aktivitas orang-orang yang senang mencari hiburan di tempat hiburan malam. Karena di Mabes tidak sedikit tempat hiburan malam dan juga bertebaran hotel yang menyediakan fasilitas hiburan. Kawasan ini pun diramaikan oleh kehadiran para PSK, selain beragam tempat makan serta minum dan bahkan penjualan obat kuat.  

Selly menuturkan, umumnya para PSK yang mangkal di Mabes mereka kos di sekitar kawasan itu. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang melayani tamu di kost mereka. “Tapi kalau saya tidak bisa karena di kos ada anak. Saya pulang ke kos paling telat jam 2 dini hari karena paginya ngurus anak sebelum berangkat sekolah,” tuturnya.  

Pilihan yang sama untuk tidak melayani tamu di tempat kos juga diungkapkan oleh Evi. Dia mengatakan, hanya pertimbangan privasi sehingga merasa lebih nyaman mengajak tamu ke penginapan.  

“Lebih enak ke penginapan karena di sini banyak hotel mulai dari yang murah sampai yang mahal. Saya tidak suka bawa tamu ke kos karena gak enak nanti anak tahu kalau tiba-tiba datang, meski saya titipkan mereka ke kakak di Bekasi,” ujar wanita berdarah Tionghoa ini.

Evi bercerita, dirinya sempat berhenti dari bisnis prostitusi sejak memiliki seorang pacar. Sejak berpacaran, setelah memiliki dua anak, Evi merasa yakin akan dijadikan istri. Harapan itu rupanya sia-sia. “Dia orang Sumatera. Dia malah meninggalkan saya saat hamil. Saya baru sadar dia hanya mau memanfaatkan tubuh saya. Saya terpaksa kembali jual diri setelah anak ketiga lahir,” kata Evi.