Wanita asal Sumatera ini mengaku, meski menjalani bisnis haram tanpa sepengetahuan keluarganya, dia tidak setiap hari mangkal di Tanah Abang. “Saya ke sini kalau lagi butuh duit dan pengen aja. Saya tidak mau munafik karena kebutuhan biologis juga masih ada,” sambungnya.
Anggi, Nila, dan Santi hanya sebagian kecil dari mereka yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi PSK di sekitar pasar dan Stasiun Tanah Abang. (A)
Reporter: Mustaqim
Editor: Haerani Hambali
