JAKARTA, TELISIK.ID - Rabu, 9 September 2020, Jakob Oetama kembali ke pangkuan Bapa, tepatnya pukul 13.00 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Sebelumnya, ia seorang guru. Jakob pernah mengajar di SMP Mardi Yuana di Cipanas, Jawa Barat dan SMP Van Lith di Matraman, Jakarta. Kini kita tahu bahwa menjadi wartawan adalah pilihan tepat baginya.
Jakob bersama sahabatnya Petrus Kanisius Ojong mendirikan harian Kompas pada Juni 1965. Sebelumnya, pada tahun 1963, dua sahabat ini mendirikan majalah bulanan Intisari yang berisi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Terlahir dari budaya Jawa yang kental, tepatnya 27 Desember 1931 di Borobudur, Magelang, Dahlan Iskan dalam D’Is Way menyebut, Pak Jakob sebagai simbol sosok orang Jawa yang sangat sempurna.
Dahlan menuturkan, Pak Jakob adalah orang yang sabar, kalem, tenang, kalau berjalan tidak bergegas, kalau bicara tidak lirih, ritme katanya lamban dan wajahnya datar.
