Ia adalah tokoh berpandangan luas, inklusif, dan terbuka. Seperti dilansir dari ibtimes.id Pak Jakob ingin menjadikan Kompas sebagai forum, jembatan dan wacana dalam bidang kemasyarakatan pada umumnya, termasuk dalam bidang agama. Hal itu lantas menjadi prinsip dalam kebijakan editorial maupun dalam bidang perekrutan sumber daya manusia.
Pada masa orde baru, di bawah kepemimpinan Jakob, kompas dikenal dengan “Jurnalisme Kepiting”. Dengan siasat main aman itu, Kompas berhasil menjadi media besar di Indonesia hingga kini.
Kini, Kompas berhasil melebarkan sayap bisnis ke berbagai lini usaha di bawah bendera Kompas Gramedia Grup. Dilansir dari historia.id, sektor bisnis Kompas berjumlah 400 jaringan usaha, termasuk Kompas TV dan Universitas Multimedia Nusantara.
Baca juga: Perjuangan Anak Pedagang Keliling Lulusan Terbaik Kebidanan
Di mata Sandiaga Salahuddin Uno, Penerima Doktor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada (UGM) itu adalah sosok yang berhasil bertransformasi dari jurnalis menjadi pengusaha sukses.
