Berbagai komunitas turut meramaikan seperti Forza, Mangaken, Tuff e nuff, J-music, Oc team, Jack, Ukli, Ffck, dan Yx, di mana dari beberapa komunitas ini menampilkan ciri khasnya masing-masing seperti cover dance, nyanyian, serta aneka pernak-pernik khas Korea dan Jepang.
Selain itu, pengunjung disuguhkan dengan pernak pernik asal kedua negara tersebut. Bahkan kalender asal boyband dan girlband negari ginseng diburu para penggemar. Aksesoris lain seperti bandana dan kuliner asal kedua negara juga tak luput dari para penggemar yang membeli.
Anak-anak milenial yang turut hadir dan meramaikan kegiatan festival ini bahkan rela berdesak-desakan memenuhi tempat yang telah disediakan oleh panitia, antusiasme yang cukup besar ini membuat para panitia beberapa kali menegur dan mengarahkan penonton untuk tidak melewati batas yang ditetapkan panitia sehingga keamanan dan ketertiban tetap terjaga.
Ketua Panitia Jakor Festival, Gip mengatakan, kegiatan itu merupakan salah satu rutinitas akhir tahun, ia menyebut jika festival ini bisa menjadi healing anak-anak milenial dari segala aktivitas sehari-hari.
Seorang pengunjung Nadira juga mengungkapkan hal yang sama, ia dan teman-temannya berkunjung untuk turut meramaikan festival akhir tahun dan ikut membeli beberapa souvenir dan pernak-pernik yang dijual.
