Solidaritas masyarakat kota lama itu terus menguatkan kasus penyerangan yang terjadi dua hari sebelumnya, pada akhir Juni lalu. Penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok orang.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Hajirban menyatakan, serangan dan pengeroyokan terhadap anggota mereka, seorang karyawan barber shop, mendorong mereka untuk melakukan aksi blokade jalan sebagai bentuk solidaritas.
"Penyerangan dan pengeroyokan anggota kami, yang merupakan seorang karyawan barber shop. Telah memicu solidaritas masyarakat kota lama, untuk melakukan blokade jalan," ujarnya.
Blokade tersebut dilakukan di depan toko Mei Mei, RRI lama. Pihak mereka juga telah melaporkan kejadian itu secara resmi ke Polda Sulawesi Tenggara.
Seorang warga, Wira, yang turut berpartisipasi dalam aksi tersebut juga mengungkapkan, penyerangan yang terjadi menyebabkan dua orang mengalami pengeroyokan.
