KENDARI, TELISIK.ID - Pembangunan inner ring road atau jalan lingkar dalam Kota Kendari yang dimaksudkan untuk mengurangi kemacetan dan memperpendek jarak pengguna jalan warga Kota Kendari, nyatanya menyisakan pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah.

Kehadiran jalan lingkar ini menyebabkan kemacetan di beberapa ruas jalan yang menjadi penyambung jalan lingkar dalam Kota Kendari. Salah satunya di Jl. Jend. AH. Nasution, perempatan kampus Universitas Halu Oleo (UHO), terpantau sering mengalami kemacetan hingga menyebabkan kendaraan sulit untuk bergerak. Terutama di jam sibuk ketika masyarakat keluar beraktifitas dan kembali ke rumah yakni sekitar pukul 07:30 Wita dan pada pukul 04:30 Wita.

Profesor Adris A. Putra, pakar transportasi UHO menjelaskan bahwa sejak dibangunnya inner ring road, jalan tersebut memiliki 16 titik konflik persilangan, dari titik persilangan itu terdapat 8 titik yang menjadi penyebab kemacetan terutama pada jam sibuk.

“Simpang empat itu perlu diketahui bahwa ada 16 titik konflik persilangan, sementara ada titik pertemuan masing-masing delapan titik itulah yang menyebabkan kemacetan. Apalagi volume lalu lintas sangat tinggi karena tingkat pelayanan pada saat jam sibuk, khususnya level of service (tingkat pelayanan) sudah di atas 0,7. Jadi ketika LS itu sudah mencapai angka satu, maka akan macet total,” jelasnya, Sabtu (17/2/2024)

Prof. Adris menegaskan, saat ini persimpangan tersebut diperlukan traffic light atau lampu lalu lintas, rekayasa lalu lintas dan penertiban pedagang sekitar ruas jalan guna mengurai kemacetan.