Baca Juga: Burung Maleo di Sulawesi Tenggara Terancam Punah, Ini Penyebabnya

“Takut terbalik mobil yang kita bawa. Kalau rusak mobil truknya kita juga yang disuruh ganti rugi sama bos pemilik mobil, jujur ini sangat merugikan supir," pungkas Rudi.

Semua supir truk tronton, kata dia, sudah sering melakukan aksi protes akibat jalan rusak, namun tak pernah ditanggapi oleh pihak pelabuhan peti kemas Pelindo.

"Perusahaan harus bertanggung jawab, mengingat dampak ekonomi masyarakat sekitar wisata Danau Biru yang sepi pengunjung akibat jalan rusak. Alhasil, masyarakat seringkali menyalahkan para supir truk tronton, padahal jalanan tersebut masih menjadi tanggung jawab pelabuhan peti kemas Pelindo" lanjutnya.

Tim Telisik.id sudah berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan, namun hingga berita ini dibuat belum dapat memberikan tanggapannya. (A)