Politisi PKB itu kesal setelah mengetahui anggarannya terpangkas. Ia lalu kembali memanggil pihak Pemprov mempertanyakan alasan hingga terjadi pengurangan anggaran.

"Saya marah sekali dan sampaikan agar anggarannya dikembalikan. Namun, tidak bisa karena aplikasinya sudah terkunci," ujarnya.

Ia sendiri belum bisa memenuhi tuntutan warga untuk mengalokasikan tambahan anggaran di APBD-P. Pasalnya, di suasana pandemi COVID-19 saat ini, ketersediaan anggaran terbatas.

Bisa jadi, Pendapatan Asli Daerah (PAD) berkurang, sehingga bila dianggarkan melalui PAD, bisa saja gagal terlaksana lagi.

"Saya tidak mau berjanji, tetapi ini adalah amanah dan tanggungjawabku yang harus diselesaikan," ujar pria yang kerap disapa Andindi itu.