Kata camat, kondisi tersebut sudah berlangsung hampir dua minggu.

"Dulu masih bisa diakses meski susah payah. Tapi saat ini tidak bisa lagi, akibat beberapa ruas jalan tertutup material longsor," terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, semua desa di wilayah kerjanya telah melakukan vaksinasi massal.

"Yang tersisa tinggal satu desa yakni  Loka," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kolut, Mukramin, SE, MM menuturkan, jalan poros Trans Sulawesi Porehu-Tolala berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sultra, bukan Pemerintah Kolut.