Ia juga mengatakan, daerah tersebut juga memiliki potensi yang sangat strategis dan besar. Pasalnya dari tahun 1997 yang dikenal sebagai daerah sentral produksi jeruk siompu, madunya berbasis jeruk nasional dan itu salah satu label yang diberikan pemda hingga alih fungsi lahan menjadi daerah ketahanan pangan.

Akan tetapi, di balik potensi yang melimpah itu, minimnya perhatian Pemprov Sulawesi Tenggara dalam menopang keberlanjutan SDA yang ada serta sarana pra sarana sebagai kelancaran perputaran ekonomi.

Ada berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi masyarakat untuk mendistribusikan hasil produksi khususnya masalah akses jalan provinsi yang belum ada realisasi.

"Kami di sini meskipun banyak potensinya tapi, kondisi jalannya sangat menghambat kami, apa lagi kondisi jalannya berlumpur dan berdebu," ungkapnya.

Kurang lebih mereka di Kecamatan Lalembuu Kabupaten Konawe Selatan, dari 16 desa 1 kelurahan sudah menetap kurang lebih 42 tahun mengikuti program Pemerintah Pusat dari zaman orde baru hingga kepemimpinan Presiden Joko Widodo, tapi belum merasakan pengaspalan, apa lagi jalan provinsi.