"Yang kami keluhkan, yang kami impikan dan idam-idamkan adalah perbaikan jalan," bebernya.

Sementara, salah seorang petani sawah, Rizal mengharapkan agar pemuda dan mahasiswa bisa turun langsung mengadvokasi dan menjembatani masalah untuk menghubungkan dengan Pemrov sekaligus menyampaikan aspirasi di DPRD Sulawesi Tenggara.

"Kami tentu akan sangat berterima kasih jika ada yang secara langsung mendatangi daerah Kecamatan Lalembuu," ungkapnya.

Pengurus Kelompok Tani Kecamatan Lalembuu itu mengatakan, luapan keluh kesah yang selalu diberikan harapan hampa saat pilkada sudah dekat dan setelah terpilih tidak ada perhatian secara serius dari pemerintah yang diberikan secara serius.

"Kami hanya diberikan retorika sebagai senjata andalan dan berbagai alasan, terkendala masalah anggaranlah, COVID-19 maupun keterbatasan APBD Konawe Selatan, maupun Provinsi Sulawesi Tenggara. Meskipun kontrak politik calon gubernur waktu itu sudah dibumbuhi materai 6000," tegasnya.