Ia menambahkan, pengecekan terhadap speedboat dilakukan terhadap kelayakan mesin dan bodi kapal untuk menghindari jangan sampai mesin tak layak digunakan, akhirnya mogok di tengah lautan, di saat cuaca ekstrem.
"Apabila ditemukan speedboat yang mesin dan bodi kapalnya tidak layak, kita suruh benahi dulu. Di semua lokasi penyeberangan kita sudah punya petugas yang bertugas melakukan pengawasan dari aspek keselamatan. Melihat mana yang layak jalan dan mana yang tidak layak. Itu yang paling utama kita tekankan," ujarnya.
Selain itu, Kata Ali Aksa, sesuai izin, penumpang speedboat maksimal 13 orang. Namun bila cuaca ekstrem, dikurangi jumlahnya menjadi 10 orang.
Ia mengimbau bagi setiap pengguna transportasi laut agar tidak memaksakan diri untuk menyeberang di saat cuaca ekstrem seperti saat ini, meskipun penumpang memaksa.
Untuk diketahui, wilayah Buton Tengah saat ini telah memiliki jalur penyeberangan laut seperti Wamengkoli-Baubau, Tolandona-Baubau, Talaga-Baubau dan Lombe-Baubau. (B)
