“Peresmian gereja KIBAD Kendari ini sekaligus menetapkan tempat ibadah di rumah J. Tapa di Sodohoa (Lombok). Itulah sekilas sejarah yang mendasari perayaan Jubileum yang kita laksanakan malam hari ini,” jelas Yermia Bittikaka.

Dengan berdirinya Gereja KIBAID Kendari tersebut, tidak terlepas dari campur tangan Tuhan dalam pelayanan para Pionir dari masa ke masa sehingga saat ini, bahkan di beberapa Kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kita bersyukur masih ada tiga Pionir kita yang boleh menikmati syukur 50 tahun buah pelayanan mereka, Puji Tuhan,” jelas Yermia.

Dalam pelaksanaan Jubileum tersebut, menurut Yermia Bittiaka, panita mengangkat tema “Bergerak, Berkarya, Berbuah bagi Kristus”.

Gereja sebagai tempat persekutuan umat Tuhan harus memberikan teladan untuk melayani dan memperlihatkan sikap saling berbagi dan mengasihi satu sama lain, serta mejadi saksi karya penyelamatan Allah terhadap manusia, suatu konsep yang mengantar Gereja menuju pelayanan yang Misioner.