Dari kasus-kasus tersebut, terjadi 11.282 kematian dengan 87.403 pasien sembuh. Jumlah sebaran kasus paling banyak secara akumulatif masih ada di daratan China, yaitu 81.250 kasus. Ada 3.253 kasus kematian yang dilaporkan. Sementara, jumlah pasien sembuh mencapai 71.266 kasus. Terbaru, jumlah kasus kematian di China dilampaui oleh Italia. Italia menjadi negara kedua dengan jumlah total kasus infeksi virus corona terbesar setelah China, yaitu sebanyak 47.021.
Di Indonesia hingga Sabtu (21/3/2020) jumlah positif corona Indonesia sebanyak 369 orang. Dari jumlah itu ada 320 orang dirawat, 17 dinyatakan sembuh dan 32 orang meninggal dunia. Bahkan di DKI Jakarta, 25 tenaga medis positif terserang COVID-19 dan satu orang telah meninggal dunia. Di Sulawesi Tenggara data terbaru menyebut sekira 40 tenaga kesehatan dan dokter di RSUD Bahteramas harus diisolasi setelah merawat pasien positif Corona.
Tenaga medis merupakan orang yang paling rawan terpapar virus ini, karena merekalah yang lebih awal melakukan penangan setelah adanya kasus yang dinyatakan harus dilakukan penanganan khusus atau bahkan harus diisolasi.
Cerita beberapa dokter menyebut mereka harus rela meninggalkan keluarganya bahkan merelakan dirinya untuk tidak istirahat demi merawat pasien yang membutuhkan penanganan segera. Apalagi terkadang menjadi dilema buat para medis apakah menolong pasien dan mempertaruhkan kesehatan mereka, bahkan nyawa mereka, sedangkan mereka sendiri terkadang belum savety.
Tanggungjawab dan tugas mulia seorang dokter dan paramedis untuk menolong pasien bagaimanapun resikonya adalah hal yang harus diutamakan, mereka bekerja tanpa pamrih dibanding kemungkinan resiko besar tertular virus yang dibawa oleh pasien.
Dedikasi yang tinggi yang harus mereka emban baik saat bertugas di Rumah Sakit Rujukan Corona maupun di pusat kesehatan masyarakat menjadi ujung tombak suksesnya penanganan wabah covid-19, namun dukungan terhadap ketersedian Alat Pelindung Diri (APD) buat mereka sangat mutlak tersedia dan cukup.
