Hujatan terhadap Allah Azza wa Jalla ini, sungguh kurang ajar dan tidak sepantasnya, sebab Allah SWT tidak bisa dimintai tanggung jawab atas apa pun yang telah menjadi kehendak-Nya, Allah SWT berfirman, “Dia [Allah] tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah (manusia) yang akan ditanyai.” (QS al-Anbiyaa` [21] : 23).

2. Sabar menghadapi musibah

Sabar, menurut Imam Suyuthi dalam Tafsir al-Jalalain, adalah menahan diri terhadap apa-apa yang Anda benci (al-habsu li an-nafsi ‘alaa maa takrahu).

Sikap inilah yang wajib kita miliki saat kita menghadapi musibah. Selain itu, disunnahkan ketika terjadi musibah, kita mengucapkan kalimat istirja’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun ).

Allah SWT berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS al-Baqarah [2] : 155-156)