Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, lalu bertanya: "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perbuatan kebaikanku?" Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Ibumu,"" lelaki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Ibumu," Lelaki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab, "Ibumu," Lelaki itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Bapakmu." (HR. Bukhari dan Muslim).
Bahkan Allah SWT juga telah memerintahkan untuk memperlakukan kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dia juga melarang seorang anak menolak bahkan membentak ketika dimintai tolong orang tuanya terlebih saat mereka sudah berusia lanjut.
Dalam Q.S Al-Isra ayat 23-34 disebutkan bahwa seorang anak hendaklah merendahkan diri terhadap kedua orang tuanya dan mengatakan perkataan yang mulia di hadapannya.
Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (QS. Al-Isra: 23).
Artinya: "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (QS. Al-Isra: 24).
