KENDARI, TELISIK.ID - Menurut syariat, yang dimaksud dengan mencintai karena Allah (al-hubbu fillah) adalah mencurahkan kasih sayang dan kecintaan kepada orang–orang yang beriman dan taat kepada Allah Ta’ala karena keimanan dan ketaatan yang mereka lakukan.
Sedangkan yang dimaksud dengan benci karena Allah (al-bughdu fillah) adalah mencurahkan ketidaksukaan dan kebencian kepada orang-orang yang mempersekutukan-Nya dan kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada-Nya, meskipun mereka itu adalah orang-orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengan kita.
Asas cinta dan benci haruslah karena Allah. Kita mencintai seseorang, benda, juga aktivitas haruslah karena Allah, bukan karena asas manfaat semata.
Yang dilakukan bukan karena Allah akan bersifat sementara. Maksimal sebatas umur di dunia. Sementara yang dilakukan atas dasar karena Allah, akan abadi sampai akhirat nanti.
Cinta dan benci karena Allah, dengan kecintaan semacam itulah seorang hamba akan bisa meraih manisnya iman.
