“Tali iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah.” (HR.At Tirmidzi).

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga bersabda:

“Barangsiapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah dan tidak memberi karena Allah, maka sungguh telah sempurna Imannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, ia mengatakan hadis ini hasan).

Dari dua hadis di atas kita bisa mengetahui bahwa kita harus memberikan kecintaan dan kesetiaan kita hanya kepada Allah semata. Kita harus mencintai sesuatu yang dicintai Allah, membenci segala yang dibenci Allah, rida kepada apa yang diridai Allah, tidak rida kepada yang tidak diridai Allah.

Para sahabat, tabi'in, tabi’ut tabi’in serta pengikut mereka di seluruh penjuru dunia adalah orang-orang yang lebih berhak untuk kita cintai (meskipun kita tidak punya hubungan apa-apa dengan mereka), dari pada orang-orang yang dekat dengan kita seperti tetangga kita, orang tua kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita, apabila mereka itu membenci, memusuhi dan menentang Allah dan Rasul-Nya, tidak taat kepada Allah dan Rasul-Nya.