Dilansir dari republika.co.id, Umar bin khattab sebelum berislam sangat membenci Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Bahkan ingin membunuh beliau SAW. Namun semua berbalik 180 derajat kala Umar sudah berislam. Sangat besar cintanya pada Rasul. Bahkan ia termasuk orang yang paling dekat dengan Rasulullah.
Umar rela melakukan sesuatu yang tidak ia sukai karena melihat Rasul melakukannya. Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khattab) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).
Inilah kekuatan cinta dan benci. Aktivitas yang dilakukan atas dasar cinta akan ringan dijalankan walaupun sebenarnya berat. Buktinya banyak sahabat Rasul yang semangat berjihad dan menjadi syahid. Mereka rela kehilangan harta, sanak keluarga bahkan nyawa, demi kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya. (C)
Reporter: Haerani Hambali
