Mengisi substansi “lebih bergigi”-nya Dit PPA, Polda Banten punya sejarah bagus juga. Pada 29 Juni 2021 Polda yang bertetangga langsung dengan wilayah hukum Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat,  dan berada di seberang wiayah hukum Polda Lampung ini, menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) terkait PPA.

Tema yang diangkat ketika itu menitikberatkan pada pencegahan: Mendorong Tumbuhnya Kelompok Peduli Lingkungan Rawan Kejahatan Terhadap Anak dan Perempuan.  Mulya bukan?

Ditandai deklarasi melawan kejahatan seksual yang disampaikan ulama Ki H. Embay Mulya Syarief, FGD tersebut dibuka oleh Kapolda, dan diikuti oleh sejumlah perwira Polda, aktivis, akademisi, dan anggota masyarakat.

Acara di masa pandemi Covid-19 yang menampilkan pembicara dari unsur akademisi, psikolog, Kepada Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, dengan moderator budayawan Dr. Usmar ini, juga diikuti secara daring oleh peserta di enam Polres jajaran Polda Banten.  

Sementara Polda Kalimantan Barat (Kalbar) sejak pertengahan Desember 2021, telah siap mengoperasikan Gedung Pelayanan Khusus Perlindungan Perempuan dan Anak (PK-PPA) Polda Kalbar. Kapolda  Kalbar, Irjen Pol Dr. R. Sigid Tri Hardjanto telah meresmikannya pertengahan Desember 2021 (15/12/21).