Dalam event tersebut,   LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Jakarta, juga mengungkap data yang dimilikinya. Seperti pemberitaan Kompas.com (11/12/2021, 13:54), sepanjang 2021 masuk laporan sebanyak 1.321 kasus. Jumlah ini meningkat drastis dibandingkan 1.178 kasus di tahun 2020.

Kekerasan berbasis gender online (KBGO) menjadi yang terbanyak dilaporkan, yaitu 489 kasus. Berikutnya, 374 kasus KDRT, 81 kasus tindak pidana umum, 73 kasus kekerasan dalam pacaran, dan 66 kasus kekerasan seksual

Perkosaan Perempuan Difabel

Kasus-kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual marak terjadi sepanjang 2021 di banyak daerah, seperti di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Banten. Gencarnya pemberitaan media membuat publik cepat tahu tempat-tempat kejadiannya, bahkan di tempat yang selama ini dianggap aman, seperti sekolah, perguruan tinggi, dan hingga pesantren. Korbannya beragam pula, mulai dari santri, mahasiswa, pegawai di lembaga negara, istri tahanan sampai perempuan difabel.

Di antara kasus-kasus kekerasan seksual yang menjadi sorotan  di tahun 2021, yakni yang menimpa anak penyandang disabilitas rungu-wicara, di Soppeng dan Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban diperkosa beramai-ramai (gang rape).