Ria mengaku, bersama warga lainnya yang bernasib sama, terpaksa memasak di rumah tetangga yang lokasinya lebih tinggi. “Bayangkan bagaimana penderitaan kami setiap hujan, kami harus siap-siap menghadapi air yang masuk. Kadang kami sudah tidak punya apa-apa lagi,” keluhnya.
Warga pun menyayangkan ketidakhadiran Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari yang menurutnya tidak turun langsung untuk melihat kondisi yang dialami warga mereka, meski sudah berulang kali menjanjikan untuk mengatasi masalah ini.
“Kami berharap anggota DPRD bisa memperhatikan hal ini dan jangan hanya terfokus pada keuntungan semata,” harap Ria.
Warga meminta Pemkot Kendari menanggapi serius masalah ini, dengan memperbaiki sistem drainase atau membangun waduk untuk mengatasi banjir dan lumpur yang merendam rumah mereka.
“Kami orang biasa yang tidak memiliki pendidikan tinggi, namun kami memohon agar pemerintah yang memiliki jabatan tinggi bisa mendengarkan dan memperhatikan penderitaan rakyat,” pinta Ria bersama warga lainnya.
