Lebih lanjut, Muchdar menyebut, beberapa hal yang harus disiapkan ketiga sekolah tersebut diantaranya sarana dan prasarana protokol COVID-19. Misalnya, wastafel sabun, masker dan hand sanitizer.

"Kemudian, surat pernyataan orang tua siswa (bahwa telah mengizinkan anaknya mengikuti PBM tatap muka) dan hasil rapid tes guru-guru," ungkap Muchdar.

Selain itu, setiap kelas diwajibkan hanya diisi oleh 15 orang saja, sehingga sekolah yang siswanya lebih dari 15 orang perkelasnya akan dibagi menjadi dua shift.

"Kalau SMP 21 dan 19 tetap 1 shift, karena siswanya setiap kelas hanya ada 9-10 orang, makanya 1 shift. Sementara SMP Frater kita bagi 2 shift karena banyak siswanya," tutup Muchdar. (B)

Reporter: Musdar