Berdasarkan data yang tercatat lanjut Raditya, jumlah bencana 2020 turun sekitar 25,1 persen dibandingkan pada tahun lalu.
Persentase penurunan juga terjadi pada jumlah korban meninggal dan hilang, luka-luka, menderita dan mengungsi serta rumah rusak.
Sementara itu, dilihat per September 2020, sebanyak 196 bencana terjadi dan mengakibatkan 26 jiwa meninggal dunia. Dari jumlah kejadian, bencana yang paling sering terjadi antara lain di wilayah Provinsi Jawa Timur 49 kali, Jawa Barat 43, Kalimantan Barat 14, Sumatera Utara 10 dan Sumatera Barat 10.
Baca juga: Viral: Lupa Matikan Kamera Saat Rapat Online, Pria Ini Terciduk Lagi BAB
Sedangkan korban meninggal sepanjang September 2020, jumlah korban diakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang dan angin puting beliung. Dari total 26 korban meninggal, satu orang masih dinyatakan hilang.
