Ketika seorang Muslim banyak melakukan maksiat dan jarang beribadah, namun hidupnya terus dilimpahi kenikmatan, ini adalah tanda istidraj dari Allah SWT. Ia terjebak dalam kenikmatan hidup, padahal dia semakin lalai menunaikan ibadah serta kewajiban lainnya.
Fenomena istidraj telah diingatkan Allah SWT bagi para Muslim dalam firman-Nya surat Al An'am ayat 44:
Fa lammaa nasu maa zukkiru bihii fatahnaa 'alaihim abwaaba kulli syaii, hattaa izaa farihuu bimaa utuu akhaznaahum bagtatan fa izaa hum mublisuun
Baca Juga: Mengapa Berzikir Dianjurkan Diperbanyak dalam Segala Kondisi?
Artinya: "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."
