Baca Juga: Jelang Lebaran Pelabuhan Penyeberangan Feri Amolengo-Labuan Dipadati Pemudik
Hariman, salah seorang pemilik kapal, menjelaskan bahwa hal ini bukan karena keuntungan semata.
"Kami juga harus membagi biaya dengan warga yang membantu mengangkat motor dari pelabuhan Tampo dan juga pelabuhan Lainea. Harga yang ditawarkan adalah harga yang wajar," ujarnya.
Ketika musim mudik atau arus balik, jasa penyeberangan menggunakan perahu nelayan atau ketinting menjadi pilihan utama bagi para pemudik. Karena kapasitas kapal yang terbatas, motor para pemudik diangkut secara gotong royong oleh warga sekitar. Sebagian ada yang merasa khawatir karena baru pertama kali naik jasa ini.
Namun, menurut Karman, kondektur kapal mengatakan, para penumpang tidak perlu khawatir karena kapal ini sudah beroperasi selama bertahun-tahun dan selalu menjaga kualitas dan keselamatan para penumpang.
