Dalam kegiatan ini 100 paket yang dibagikan berisi suvenir edukatif berupa gambar kendaraan dan rambu-rambu lalu lintas, krayon, serta pensil warna. Anak-anak diajak mewarnai gambar mobil, sepeda motor, dan berbagai rambu untuk mengenal fungsi serta makna setiap simbol lalu lintas.

Menurut Ardiansyah, metode bermain sambil belajar dipilih karena anak usia dini cenderung lebih mudah menerima materi melalui aktivitas langsung dibandingkan hanya mendapatkan penjelasan secara lisan.

Ia mengungkapkan, Kendari sebagai salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pelaksanaan program edukasi ini. Berdasarkan pemetaan Jasa Raharja, Kendari merupakan daerah dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di Sulawesi Tenggara, disusul Konawe dan Kolaka.

Selain edukasi kepada anak usia dini, Jasa Raharja juga menjalankan sejumlah program pencegahan kecelakaan lainnya. Di antaranya pembentukan Zona Aman Sekolah, pemasangan rambu-rambu peringatan di titik rawan, serta penyediaan fasilitas keselamatan jalan berupa safety bump.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian untuk pemasangan rambu adalah kawasan bundaran Citraland di sekitar Rumah Sakit Bahteramas. Pemasangan rambu lalu lintas diharapkan dapat membantu pengendara lebih waspada saat berkendara.