"Banyak suka dukanya, terutama ketika harga daging dan sembako naik, sangat berdampak sekali," ujarnya.
Mempertahankan harga dan kualitas adalah kunci utama yang dia miliki. Hingga pada 2014, bertempat di jalan D.I Panjaitan, Kelurahan Lepo-Lepo seperti saat ini, barulah dia memiliki warung sendiri.
"Saya memilih membeli daging di Rumah Potong Hewan (RPH), karena sudah sesuai standar pemotongan juga terjamin kualitasnya," bebernya.
Sedangkan untuk mempertahankan kualitas dari bakso miliknya, dia mengaku membuat dan mengerjakan sendiri bumbu rempah-rempah.
Baca Juga: Pedagang Es dan Batagor Diburu Pembeli Jelang Berbuka Puasa
