KENDARI, TELISIK.ID - Kanda-kanda Uta, alat musik tradisional suku Tolaki berbahan pelepah sagu, menyimpan sejarah awal iringan tari Lulo. Kini, keberadaannya menghadapi tantangan akibat semakin sulitnya memperoleh bahan baku.
Alat musik tradisional tersebut menjadi salah satu koleksi Museum Sulawesi Tenggara. Kanda-kanda Uta ditemukan di Wawotobi, Unaaha, Kabupaten Konawe, kemudian masuk menjadi koleksi museum pada 1997 melalui program pengadaan benda-benda bersejarah dalam jumlah besar.
Kurator Museum Sulawesi Tenggara, Agung Kurniawan, menjelaskan Kanda-kanda Uta pada bentuk aslinya dibuat langsung di atas tanah. Sementara itu, koleksi yang dipamerkan di museum menggunakan wadah berbentuk persegi untuk memudahkan pengunjung melihat bentuk dan bagian-bagiannya.
“Ukuran aslinya jauh lebih besar. Wadah segi empat itu cuma contoh. Alat ini bebas dibuat di tanah, tapi paling bagus di tanah merah. Kalau tanah liat, suaranya kurang keluar,” ujar Agung kepada telisik.id, Kamis (29/10/2026).
Proses pembuatannya menggunakan dua lubang pada permukaan tanah, masing-masing berukuran kecil dan besar. Lubang tersebut kemudian ditutup menggunakan pelepah sagu yang telah diberi lubang sebagai bagian dari penghasil nada.
