Andi Sumangerukka mengatakan, kerja sama ini sejalan dengan misi pembangunan daerah 2025. Ia berharap kemitraan yang dijalin dimanfaatkan secara maksimal sebagai sarana memperluas jaringan bisnis antardaerah.
"Yang paling pokok setelah kegiatan ini adalah tindak lanjut dari penandatanganan ini. Yang saya takutkan setelah tanda tangan kita lupa yang ada dalam MoU itu. Saya harapkan kepada rekan-rekan, baik pelaku usaha maupun para OPD, segera menindaklanjuti hasil MoU itu," katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan misi dagang pihaknya memiliki desk khusus.
Desk khusus yang dibentuk sebagai dukungan operasional dan strategi untuk memastikan setiap agenda berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan. Khofifah menilai penting misi dagang yang terukur antara kedua provinsi.
"Di antara misi dagang–misi dagang yang kami lakukan, kami menyiapkan desk untuk bisa memonitor tindak lanjut dari semua transaksi yang ada," katanya.
