Maka, di tengah dunia yang bising oleh pencitraan, mungkin kita perlu kembali pada sunyi—tempat di mana amal-amal kecil lahir tanpa tepuk tangan, tetapi justru menjadi tangga menuju derajat yang abadi.
Sebab pada akhirnya, yang tersisa bukanlah apa yang pernah kita tampilkan, melainkan apa yang telah kita kerjakan. (*)
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
