Perjalanan karier Nur Aida dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi guru honorer, kemudian guru bantu atau guru kontrak hingga akhirnya diangkat menjadi PNS.

Dalam perjalanan kariernya, Nur Aida pernah terlibat dalam pembinaan siswa, menjadi pembina OSIS, wali kelas, kepala laboratorium hingga wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Ia juga mengikuti Pendidikan Guru Penggerak. Pengalaman tersebut, ditambah pengalaman manajerial, menjadi bagian dari perjalanan hingga dirinya dipercaya menduduki jabatan kepala sekolah.

“Betul-betul dari bawah, jadi saya tahu. Rintangan apa pun yang saya dapat di sekolah ini, saya tidak akan pernah mundur karena saya tahu dari nol,” tuturnya.

Dalam perjalanan sebagai pendidik, Nur Aida juga mengembangkan pembinaan siswa melalui Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Kegiatan tersebut kemudian berkembang dan menjadi salah satu ikon sekolah hingga berkiprah di tingkat nasional.