Selain memperluas wawasan ilmiah, penelitian ini juga menetapkan metode baru untuk mengidentifikasi material meteorit di sampel luar angkasa.
Chang’e-6 sendiri menorehkan sejarah pada 2024 dengan membawa 1.935,3 gram sampel dari sisi jauh Bulan, khususnya dari Cekungan Kutub Selatan–Aitken, yang merupakan cekungan tertua dan terdalam di Bulan.
Temuan ini memperkaya penelitian tentang evolusi geologi Bulan serta potensi sumber daya air di masa depan. (SHN)
Penulis: Ahmad Jaelani
