"Benteng Awaludin ini karena Awal yang berarti permulaan dan Din yang berarti Agama. Dengan masuknya Islam pada tahun 1930 atau 1526 Masehi yang bertepatan dengan masuknya Islam di burangasi," kata La Abu, Sabtu (14/8/2021).
Kata dia, dalam kawasan benteng ini terdapat terdapat satu makam keramat Awaludin (orang Tomia dahulu menyebutnya Kawalijjini), karena sosok manusianya besar dan tinggi, serta ada pula beberapa makam peninggalan lainnya di dalam benteng.
Kemudian, lanjut dia, isi miniatur aset situs lain dalam benteng diantaranya Masjid, Meja Syawara (tempat musyawarah/berunding), Gua Haeibu (rahasia), dan Baruga Hanta Loho.
"Benteng Lagole mula-mula terbentuk dari kerajaan Sipanyong dan padatimu yang juga asal muasal penduduk Tomia. Padatimu adalah anak dari Timbarado dan Sitinya. Timbarado berasal dari Mindanao (Manila), sedangkan istrinya Sitinya dari Tobelo," ujarnya.
"Sipanyong sendiri berasal dari Maluku. Dari hasil perkawinan Sipanyong dan Padatimu ini jumlah turunannya makin banyak, sehingga dibukalah daerah untuk tempat tinggalnya di Benteng Suiya," sambungnya.
