Pada masa Raja Sipanyong, kepercayaan saat itu masih menganut agama Hindu. Hingga pada suatu hari, ada satu kapitan yaitu kapitan Patipelohi (Yii Sangia Komba-Komba) menyukai salah satu putri Tomia sampai menikahinya.
Mereka dikaruniai dua anak yang bernama Wa Singku Jalima (Waja Walio) dan Wa Singku Ndea (Wa Sironga).
.jpg)
Dari salah satu anak Kapitan Patipelohi yang bernama Wa Singku Jalima ini yang menikah dengan sebutan encik Sulaiman (Sayid Sulaiman), lahir cikal bakal masyarakat Tomia menganut Agama Islam.
Sementara itu, warga setempat lainnya, Arupalani mengungkapkan, demi keamanan turunannya dari bajak laut, maka Sipanyong kemudian pindah lagi membuka tempat bermukim di gunung O’do yang kini menjadi Desa Lagole.
