Oleh: Dr H Muh. Ikhsan AR, M.Ag
Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Sultra 2021-2026
RAMADAN adalah musim ruhani. Ia datang seperti hujan yang menyuburkan tanah-tanah hati yang kering. Di dalamnya manusia diajak menata ulang relasi dengan Tuhan, dengan sesama, dan dengan dirinya sendiri.
Tujuan utama dari seluruh latihan spiritual itu dirumuskan secara jelas dalam Al Quran, sebagaimana firman Allah dalam Al Quran: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menunjukkan bahwa takwa adalah tujuan tertinggi puasa. Namun pertanyaan penting yang sering luput dari perenungan kita adalah: bagaimana cara meraih takwa, mempertahankannya, dan bahkan meningkatkannya setelah Ramadan hampir berakhir?
