Pada akhirnya, perjalanan Ramadan adalah perjalanan menuju kedalaman diri. Ia mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada banyaknya harta atau kekuasaan, tetapi pada ketenangan hati yang lahir dari kedekatan dengan Tuhan. Meraih takwa adalah awal perjalanan. Mempertahankannya adalah tantangan.
Meningkatkannya adalah tujuan sepanjang hayat. Ketika Ramadan hampir berakhir, yang paling penting bukanlah berapa banyak hari kita berpuasa, tetapi seberapa jauh hati kita berubah. Sebab sejatinya, kemenangan Idul Fitri bukanlah sekadar kembali kepada fitrah, tetapi kembali kepada Tuhan dengan hati yang lebih sadar, lebih jernih, dan lebih bertakwa. (*)
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
