“Dibanding hasil pemilu 2019, dukungan kepada PDIP naik dari 19.3 persen menjadi 24 persen. Gerindra stabil dari 12,6 persen menjadi 13,4 persen,” kata Deni, Minggu (30/10/2022).

Sementara partai-partai lain, sambung Deni cenderung menurun. Golkar menurun dari 12,3 persen menjadi 8,5 persen; PKB dari 9,7 persen menjadi 7,1 persen, PKS dari 8,2 persen menjadi 6,9 persen, Demokrat dari 7,8 persen menjadi 5,5 persen, NasDem dari 9,1 persen menjadi 5,4 persen, PPP dari 4,5 persen menjadi 3,3 persen, PAN dari 6,8 persen menjadi 1,2 persen dan partai lain dari 9,7 persen menjadi 5,4 persen.

Survei ini dilakukan secara tatap muka pada 3-9 Oktober 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden. Response rate sebesar 1027 atau 84 persen. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,1persen pada tingkat kepercayaan 95 persen (asumsi simple random sampling).

Baca Juga: PKB di Jawa Timur Buka Lowongan Caleg Kalangan Milenial